Membandingkan dan membedakan prior Beta
Distribusi Beta(\(a\),\(b\)) didefinisikan pada interval 0 hingga 1, sehingga menjadi prior yang natural dan fleksibel untuk dukungan pemilu dasar Anda, \(p\). Anda dapat menyetel parameter bentuk Beta \(a\) dan \(b\) untuk menghasilkan model prior alternatif. Di bawah ini Anda akan membandingkan prior Beta(45,55) asli Anda dengan dua alternatif: Beta(1, 1) dan Beta(100, 100). Sebanyak 10.000 sampel prior_A yang ditarik dari Beta(45,55) sudah tersedia di workspace Anda.
Latihan ini merupakan bagian dari kursus
Pemodelan Bayesian dengan RJAGS
Instruksi latihan
- Ambil 10.000 sampel dari prior Beta(1,1). Simpan keluarannya ke
prior_B. - Ambil 10.000 sampel dari prior Beta(100,100). Simpan keluarannya ke
prior_C. - Data frame
prior_simmenggabungkansamplespriorprior_A,prior_B, danprior_Cdengan penandapriorsyang sesuai. Untuk membuat plot kerapatanggplot()dari 3samplesprior yang terpisah pada bingkai yang sama, tentukanfill = priorsdi dalamaes().
Latihan interaktif langsung praktik
Cobalah latihan ini dengan melengkapi kode contoh ini.
# Sample 10000 draws from the Beta(1,1) prior
prior_B <- rbeta(n = ___, shape1 = ___, shape2 = ___)
# Sample 10000 draws from the Beta(100,100) prior
prior_C <- rbeta(n = ___, shape1 = ___, shape2 = ___)
# Combine the results in a single data frame
prior_sim <- data.frame(samples = c(prior_A, prior_B, prior_C),
priors = rep(c("A","B","C"), each = 10000))
# Plot the 3 priors
ggplot(___, aes(x = ___, fill = ___)) +
geom_density(alpha = 0.5)