Mensimulasikan prior Beta
Misalkan Anda mencalonkan diri dalam pemilihan jabatan publik. Biarkan \(p\) menyatakan dukungan dasar Anda, yaitu proporsi pemilih yang berencana memilih Anda. Berdasarkan jajak pendapat sebelumnya, model prior Anda untuk \(p\) direpresentasikan oleh distribusi Beta dengan parameter bentuk 45 dan 55.
Anda akan mendekati prior Beta(45, 55) menggunakan sampel acak dari fungsi rbeta(). Fungsi ini menerima tiga argumen: ukuran sampel (n) dan dua parameter bentuk (shape) (shape1,shape2). Selanjutnya, Anda akan membuat plot kerapatan dari sampel menggunakan ggplot(). Fungsi ini menerima dua argumen: himpunan data yang memuat sampel dan, di dalam aes(), variabel yang akan dipetakan pada sumbu x. Lapisan plot kerapatan ditambahkan menggunakan geom_density().
Latihan ini merupakan bagian dari kursus
Pemodelan Bayesian dengan RJAGS
Instruksi latihan
- Gunakan
rbeta()untuk mengambil 10.000 sampel dari Beta(45, 55). Tetapkan keluarannya keprior_A. - Kerangka data
prior_simsudah memuat sampelprior_A. Terapkanggplot()padaprior_simuntuk menyusun plot kerapatan dari sampel prior.
Latihan interaktif langsung praktik
Cobalah latihan ini dengan melengkapi kode contoh ini.
# Sample 10000 draws from Beta(45,55) prior
prior_A <- rbeta(n = ___, shape1 = ___, shape2 = ___)
# Store the results in a data frame
prior_sim <- data.frame(prior_A)
# Construct a density plot of the prior sample
ggplot(prior_sim, aes(x = ___)) +
geom_density()