Model ARIMA otomatis untuk deret waktu musiman
Seperti yang Anda pelajari dalam video, fungsi auto.arima() juga berfungsi untuk data musiman. Perhatikan bahwa menyetel lambda = 0 dalam fungsi auto.arima() — menerapkan transformasi log — berarti model akan dipasangkan pada data yang telah ditransformasikan, dan prakiraan akan dikembalikan (back-transformed) ke skala aslinya.
Setelah menerapkan summary() pada model terpasang seperti ini, Anda mungkin melihat keluaran seperti di bawah yang sesuai dengan \((p,d,q)(P,D,Q)[m]\):
ARIMA(0,1,4)(0,1,1)[12]
Dalam latihan ini, Anda akan menggunakan fungsi-fungsi tersebut untuk memodelkan dan memprakirakan data h02 yang telah dimuat sebelumnya, yang berisi penjualan bulanan obat kortikosteroid di Australia.
Latihan ini adalah bagian dari kursus
Peramalan di R
Petunjuk latihan
- Dengan fungsi plot standar, plot data
h02yang sudah dilog untuk memeriksa apakah variansnya stabil. - Pasangkan model ARIMA musiman ke deret
h02denganlambda = 0. Simpan sebagaifit. - Ringkas model terpasang menggunakan metode yang sesuai.
- Tingkat pembedaan (differencing) apa yang digunakan dalam model? Tetapkan jumlah pembedaan lag-1 ke
ddan pembedaan musiman keD. - Plotkan prakiraan untuk 2 tahun ke depan menggunakan model terpasang. Atur
hsesuai kebutuhan.
Latihan interaktif praktis
Cobalah latihan ini dengan menyelesaikan kode contoh berikut.
# Check that the logged h02 data have stable variance
h02 %>% ___ %>% ___
# Fit a seasonal ARIMA model to h02 with lambda = 0
fit <- ___
# Summarize the fitted model
___
# Record the amount of lag-1 differencing and seasonal differencing used
d <- ___
D <- ___
# Plot 2-year forecasts
fit %>% ___ %>% ___