MulaiMulai sekarang secara gratis

Plot deret waktu

Langkah pertama dalam tugas analisis data apa pun adalah membuat plot data. Grafik memungkinkan Anda memvisualisasikan banyak karakteristik data, termasuk pola, pengamatan tidak biasa, perubahan dari waktu ke waktu, dan hubungan antarkomponen. Sama seperti tipe data menentukan metode forecasting yang digunakan, tipe data juga menentukan grafik mana yang sesuai.

Anda dapat menggunakan fungsi autoplot() untuk menghasilkan time plot dari data dengan atau tanpa faceting, yaitu panel yang menampilkan subset data yang berbeda:

> autoplot(usnim_2002, facets = FALSE)

Metode di atas adalah salah satu dari banyak metode dalam kursus ini yang menerima argumen boolean. Baik T maupun TRUE berarti "true", dan F serta FALSE berarti "false". Namun, T dan F dapat ditimpa dalam kode Anda. Oleh karena itu, untuk sisa kursus ini, Anda hanya boleh mengandalkan TRUE dan FALSE untuk menetapkan indikator.

Anda akan menggunakan dua fungsi lagi dalam latihan ini, yaitu which.max() dan frequency().
which.max() dapat digunakan untuk mengidentifikasi indeks terkecil dari nilai maksimum

> x <- c(4, 5, 5)
> which.max(x)
[1] 2

Untuk menemukan jumlah observasi per satuan waktu, gunakan frequency(). Ingat kembali data usnim_2002 dari latihan sebelumnya:

> frequency(usnim_2002)
[1] 4

Karena kursus ini menggunakan paket forecast dan ggplot2, keduanya telah dimuat ke dalam workspace Anda, begitu juga myts dari latihan sebelumnya dan tiga deret berikut (tersedia dalam paket forecast):

  • gold berisi harga emas dalam dolar AS
  • woolyrnq berisi informasi produksi benang wol di Australia
  • gas berisi produksi gas Australia

Latihan ini adalah bagian dari kursus

Peramalan di R

Lihat Kursus

Petunjuk latihan

  • Plot data yang Anda simpan sebagai myts menggunakan autoplot() dengan faceting.
  • Plot data yang sama tanpa faceting dengan mengatur argumen yang sesuai ke FALSE. Apa yang terjadi?
  • Plot deret waktu gold, woolyrnq, dan gas pada plot terpisah.
  • Gunakan which.max() untuk menemukan outlier pada deret gold. Observasi yang mana?
  • Terapkan fungsi frequency() pada masing-masing komoditas untuk mendapatkan jumlah observasi per satuan waktu. Misalnya, ini akan mengembalikan 52 untuk data mingguan.

Latihan interaktif praktis

Cobalah latihan ini dengan menyelesaikan kode contoh berikut.

# Plot the data with facetting
autoplot(___, facets = ___)

# Plot the data without facetting
___

# Plot the three series
autoplot(___)
___
___

# Find the outlier in the gold series
goldoutlier <- ___(___)

# Look at the seasonal frequencies of the three series
frequency(___)
___
___
Edit dan Jalankan Kode