ETS vs seasonal naive
Di sini, Anda akan membandingkan peramalan ETS dengan peramalan seasonal naive untuk 20 tahun data cement, yang berisi produksi semen triwulanan, menggunakan validasi silang deret waktu untuk 4 langkah ke depan. Karena ini memerlukan waktu untuk dijalankan, versi singkat dari deret cement akan tersedia di workspace Anda.
Argumen kedua untuk tsCV() harus mengembalikan objek ramalan, jadi Anda memerlukan sebuah fungsi yang memasangkan model dan mengembalikan ramalan. Ingat:
> args(tsCV)
function (y, forecastfunction, h = 1, ...)
Dalam latihan ini Anda akan menggunakan sebuah fungsi peramalan yang sudah ada serta satu fungsi yang telah dibuatkan untuk Anda. Ingat, terkadang metode sederhana bekerja lebih baik daripada metode yang lebih canggih!
Latihan ini adalah bagian dari kursus
Peramalan di R
Petunjuk latihan
- Sebuah fungsi untuk mengembalikan ramalan ETS,
fets(), telah dituliskan untuk Anda. - Terapkan
tsCV()untuk metode ETS dan seasonal naive pada datacementdengan horizon ramalan 4. Gunakan fungsifetsyang baru dibuat dan fungsisnaiveyang sudah ada sebagai argumen fungsi peramalan untuke1dane2, masing-masing. - Hitung MSE dari galat 4 langkah yang dihasilkan dan hilangkan nilai yang hilang. Ekspresi untuk menghitung MSE telah disediakan, tetapi argumen opsional keduanya belum diisi (Anda sudah pernah menggunakannya sebelumnya).
- Simpan MSE terbaik sebagai
bestmse. Anda dapat menyalin seluruh baris kode yang menghasilkan MSE terbaik dari instruksi sebelumnya.
Latihan interaktif praktis
Cobalah latihan ini dengan menyelesaikan kode contoh berikut.
# Function to return ETS forecasts
fets <- function(y, h) {
forecast(ets(y), h = h)
}
# Apply tsCV() for both methods
e1 <- tsCV(___, ___, h = ___)
e2 <- tsCV(___, ___, h = ___)
# Compute MSE of resulting errors (watch out for missing values)
mean(e1^2, ___)
mean(e2^2, ___)
# Copy the best forecast MSE
bestmse <- ___