Memeriksa residual deret waktu
Saat menerapkan suatu metode peramalan, penting untuk selalu memeriksa bahwa residual berperilaku baik (tidak ada pencilan atau pola) dan menyerupai white noise. Selang prediksi dihitung dengan asumsi bahwa residual juga berdistribusi normal. Anda dapat menggunakan fungsi checkresiduals() untuk memverifikasi karakteristik ini; fungsi tersebut akan memberikan hasil uji Ljung-Box.
Sejauh ini Anda belum menggunakan fungsi pipe (%>%), tetapi ini kesempatan yang baik untuk memperkenalkannya. Ketika ada banyak fungsi bersarang, fungsi pipe membuat kode jauh lebih mudah dibaca. Untuk konsistensi, selalu ikuti sebuah fungsi dengan tanda kurung untuk membedakannya dari objek lain, bahkan jika tidak memiliki argumen. Contohnya ada di bawah ini:
> function(foo) # Keduanya
> foo %>% function() # sama!
> foo %>% function # Tidak konsisten
Dalam latihan ini, Anda akan menguji fungsi di atas pada hasil peramalan yang setara dengan yang Anda buat pada latihan sebelumnya (fcgoog yang diperoleh setelah menerapkan naive() pada goog, dan fcbeer yang diperoleh setelah menerapkan snaive() pada ausbeer).
Latihan ini adalah bagian dari kursus
Peramalan di R
Petunjuk latihan
- Dengan menggunakan fungsi pipe di atas, jalankan
checkresiduals()pada peramalan yang setara denganfcgoog. - Berdasarkan hasil uji Ljung-Box ini, apakah residual menyerupai white noise? Tetapkan
googwnkeTRUEatauFALSE. - Dengan fungsi pipe yang serupa, jalankan
checkresiduals()pada peramalan yang setara denganfcbeer. - Berdasarkan hasil uji Ljung-Box ini, apakah residual menyerupai white noise? Tetapkan
beerwnkeTRUEatauFALSE.
Latihan interaktif praktis
Cobalah latihan ini dengan menyelesaikan kode contoh berikut.
# Check the residuals from the naive forecasts applied to the goog series
goog %>% naive() %>% ___
# Do they look like white noise (TRUE or FALSE)
googwn <- ___
# Check the residuals from the seasonal naive forecasts applied to the ausbeer series
___
# Do they look like white noise (TRUE or FALSE)
beerwn <- ___