Menggunakan tsCV() untuk cross-validation deret waktu
Fungsi tsCV() menghitung galat cross-validation deret waktu. Fungsi ini mengharuskan Anda menentukan deret waktu, metode peramalan, dan horizon peramalan. Berikut contoh yang digunakan dalam video:
> e = tsCV(oil, forecastfunction = naive, h = 1)
Di sini, Anda akan menggunakan tsCV() untuk menghitung dan memplot nilai MSE hingga 8 langkah ke depan, bersama dengan metode naive() yang diterapkan pada data goog. Latihan ini menggunakan grafik ggplot2 yang mungkin belum Anda kenal, tetapi kami telah menyediakan cukup banyak kode agar Anda dapat menyelesaikan sisanya.
Pastikan untuk merujuk slide tentang tsCV() dalam kuliah. Data goog telah dimuat ke dalam ruang kerja Anda.
Latihan ini adalah bagian dari kursus
Peramalan di R
Petunjuk latihan
- Dengan menggunakan data
googdan meramalkan dengan fungsinaive(), hitung galat cross-validation hingga 8 langkah ke depan. Tetapkan hasilnya kee. - Hitung nilai MSE untuk setiap horizon peramalan dan hapus nilai hilang dalam
edengan menentukan argumen kedua. Ekspresi untuk menghitung MSE telah disediakan. - Plot nilai MSE (
y) yang dihasilkan terhadap horizon peramalan (x). Pikirkan kembali pengetahuan Anda tentang fungsi. JikaMSE = msedisediakan dalam daftar argumen fungsi, makamseharus merujuk pada objek yang ada di ruang kerja Anda di luar fungsi, sedangkanMSEadalah variabel yang Anda gunakan untuk merujuk objek ini di dalam fungsi Anda.
Latihan interaktif praktis
Cobalah latihan ini dengan menyelesaikan kode contoh berikut.
# Compute cross-validated errors for up to 8 steps ahead
e <- tsCV(___, forecastfunction = ___, h = ___)
# Compute the MSE values and remove missing values
mse <- colMeans(e^2, na.rm = ___)
# Plot the MSE values against the forecast horizon
data.frame(h = 1:8, MSE = mse) %>%
ggplot(aes(x = h, y = ___)) + geom_point()