Mengevaluasi akurasi peramalan metode musiman
Seperti yang Anda pelajari di bab pertama, fungsi window() menentukan start dan end dari suatu deret waktu menggunakan waktu yang relevan alih-alih nilai indeks. Keduanya dapat diformat sebagai vektor seperti c(year, period) yang juga sebelumnya Anda gunakan sebagai argumen untuk ts(). Sekali lagi, period di sini mengacu pada quarter.
Di sini, Anda akan menggunakan jumlah pengunjung triwulanan Melbourne (visnights[, "VICMetro"]) untuk membuat tiga set pelatihan yang berbeda, masing-masing menghilangkan 1, 2, dan 3 tahun terakhir. Periksa data visnights yang sudah dimuat di konsol Anda sebelum memulai latihan; ini akan membantu Anda menentukan nilai yang benar untuk kata kunci h (yang menentukan jumlah nilai yang ingin Anda ramalkan) dalam metode peramalan Anda.
Kemudian untuk setiap set pelatihan, hitung data satu tahun berikutnya, dan akhirnya bandingkan mean absolute percentage error (MAPE) dari peramalan menggunakan accuracy(). Mengapa menurut Anda MAPE sangat bervariasi?
Latihan ini adalah bagian dari kursus
Peramalan di R
Petunjuk latihan
- Gunakan
window()untuk membuat tiga set pelatihan darivisnights[,"VICMetro"], dengan menghilangkan 1, 2, dan 3 tahun terakhir; beri nama masing-masingtrain1,train2, dantrain3. Atur kata kunciendsesuai kebutuhan. - Hitung peramalan untuk satu tahun untuk tiap set pelatihan menggunakan metode
snaive(). Beri nama masing-masingfc1,fc2, danfc3. - Mengikuti struktur kode contoh, bandingkan MAPE dari ketiga set peramalan menggunakan fungsi
accuracy()dengan himpunan uji Anda.
Latihan interaktif praktis
Cobalah latihan ini dengan menyelesaikan kode contoh berikut.
# Create three training series omitting the last 1, 2, and 3 years
train1 <- window(visnights[, "VICMetro"], end = c(2015, 4))
train2 <- ___
train3 <- ___
# Produce forecasts using snaive()
fc1 <- snaive(___, h = ___)
fc2 <- ___
fc3 <- ___
# Use accuracy() to compare the MAPE of each series
accuracy(fc1, visnights[, "VICMetro"])["Test set", "MAPE"]
___
___