MulaiMulai sekarang secara gratis

Memfitting model AR(1)

Ingat bahwa Anda menggunakan pasangan ACF dan PACF untuk membantu mengidentifikasi orde \(p\) dan \(q\) pada model ARMA. Tabel berikut merangkum hasilnya:

AR(\(p\)) MA(\(q\)) ARMA(\(p,q\))
ACF Meluruh Terpotong
setelah lag \(q\)
Meluruh
PACF Terpotong
setelah lag \(p\)
Meluruh Meluruh

Dalam latihan ini, Anda akan menghasilkan data dari model AR(1), $$X_t = .9 X_{t-1} + W_t,$$ mengamati data simulasi serta pasangan ACF dan PACF sampel untuk menentukan ordenya. Lalu, Anda akan memfitting model dan membandingkan parameter taksiran dengan parameter sebenarnya.

Sepanjang kursus ini, Anda akan menggunakan sarima() dari paket astsa untuk memfitting model ke data dengan mudah. Perintah tersebut menghasilkan grafik diagnostik residual yang dapat diabaikan sampai pembahasan diagnostik di bagian akhir bab.

Latihan ini adalah bagian dari kursus

Model ARIMA di R

Lihat Kursus

Petunjuk latihan

  • Paket astsa sudah dimuat sebelumnya.
  • Gunakan perintah arima.sim() yang sudah disiapkan untuk menghasilkan 100 observasi dari model AR(1) dengan parameter AR 0,9. Simpan sebagai x.
  • Plot data yang dihasilkan menggunakan plot().
  • Plot pasangan ACF dan PACF sampel menggunakan perintah acf2() dari paket astsa.
  • Gunakan sarima() dari astsa untuk memfitting AR(1) ke data yang telah dihasilkan. Periksa t-table dan bandingkan estimasinya dengan nilai sebenarnya. Sebagai contoh, jika deret waktunya ada di x, untuk memfitting AR(1) ke data, gunakan sarima(x, p = 1, d = 0, q = 0) atau cukup sarima(x, 1, 0, 0).

Latihan interaktif praktis

Cobalah latihan ini dengan menyelesaikan kode contoh berikut.

# Generate 100 observations from the AR(1) model
x <- arima.sim(model = list(order = c(1, 0, 0), ar = .9), n = 100) 

# Plot the generated data 


# Plot the sample P/ACF pair


# Fit an AR(1) to the data and examine the t-table

Edit dan Jalankan Kode