MulaiMulai sekarang secara gratis

Menentukan sigcol dalam add.rule()

Kerja bagus! Meskipun perintah add.rule() terlihat kompleks, setiap argumennya cukup sederhana. Untuk memahami perintah ini, Anda akan menelusuri setiap argumen secara terpisah.

Pertama, add.rule() menerima argumen sigcol, yang menentukan kolom sinyal dalam strategi Anda. Seperti halnya sinyal dan indikator, semua rule merujuk ke kolom yang sudah ada dalam strategi Anda. Rule bergantung pada sinyal, dan karena itu harus merujuk ke kolom sinyal dalam strategi Anda.

Dalam latihan ini, Anda akan memberikan nilai sigcol pada pemanggilan add.rule(), yang akan diatur ke filterexit (untuk merujuk ke sinyal filterexit yang Anda buat pada bab sebelumnya). Secara khusus, sinyal filterexit mengacu pada kondisi ketika SMA 50 hari melintasi ke bawah SMA 200 hari dalam strategi Anda. Dengan membuat sebuah rule untuk sinyal ini, Anda menyatakan bahwa Anda ingin keluar pada kondisi tersebut, karena kondisi pasar tidak lagi mendukung posisi Anda.

Seperti sebelumnya, strategy.st sudah dimuat di workspace Anda.

Latihan ini adalah bagian dari kursus

Perdagangan Finansial dengan R

Lihat Kursus

Petunjuk latihan

  • Sekali lagi, lihat perintah add.rule() di workspace Anda.
  • Buat rule keluar berdasarkan filterexit dengan menentukan sigcol.

Latihan interaktif praktis

Cobalah latihan ini dengan menyelesaikan kode contoh berikut.

# Fill in the sigcol argument in add.rule()
add.rule(strategy.st, name = "ruleSignal", 
         arguments = list(sigcol = "___", sigval = TRUE, orderqty = "all", 
                        ordertype = "market", orderside = "long", 
                        replace = FALSE, prefer = "Open"), 
         type = "exit")
Edit dan Jalankan Kode