Memplot hubungan harga/hasil
Meskipun terdapat hubungan terbalik antara harga dan hasil, hubungan ini tidak linear. Artinya, perubahan harga akibat perubahan hasil dapat berbeda secara signifikan tergantung apakah hasil naik atau turun. Kita akan kembali ke konsep penting ini saat membahas konsep convexity pada Bab Tiga dan bagaimana diperlukan penyesuaian untuk memperhitungkan hubungan melengkung antara harga obligasi dan hasil. Untuk saat ini, ingatlah bahwa hubungan terbalik ini bersifat non-linear.
Dalam latihan ini, Anda akan mengasumsikan bahwa Anda memiliki obligasi dengan nilai pari $100, kupon 10%, dan jatuh tempo 20 tahun. Perhatikan bahwa ini berbeda dari obligasi yang Anda gunakan hingga titik ini! Tujuan Anda adalah menilai obligasi ini pada berbagai tingkat hasil menggunakan fungsi bondprc() yang tersedia di ruang kerja Anda.
Latihan ini adalah bagian dari kursus
Penilaian dan Analisis Obligasi di R
Petunjuk latihan
- Buat vektor
prc_ylddari 2% (0.02) hingga 40% (0.40) dengan kenaikan 1% (0.01) menggunakan fungsi seq(). - Gunakan
data.frame()untuk mengonversiprc_yldmenjadi sebuah data frame. - Gunakan for loop yang sudah disiapkan dengan
bondprc()untuk menghitung harga obligasi pada berbagai tingkat hasil dalamprc_yld. Cobalah memahami perilaku loop tersebut. - Objek
prc_yldAnda sekarang berisi kolom untuk yield (prc_yld) dan kolom untuk harga (price). Plot objek ini menggunakan kode yang sudah disiapkan untuk melihat hubungan antara harga dan yield to maturity (YTM).
Latihan interaktif praktis
Cobalah latihan ini dengan menyelesaikan kode contoh berikut.
# Generate prc_yld
prc_yld <- seq(___, ___, ___)
# Convert prc_yld to data frame
prc_yld <- data.frame(___)
# Calculate bond price given different yields
for (i in 1:nrow(prc_yld)) {
prc_yld$price[i] <- bondprc(100, 0.10, 20, prc_yld$prc_yld[i])
}
# Plot P/YTM relationship
plot(___,
type = "l",
col = "blue",
main = "Price/YTM Relationship")