Menghitung z-score
Karena variabel memiliki rentang dan satuan yang sewenang-wenang, kita perlu menstandarkannya. Misalnya, akan tidak masuk akal jika sebuah uji hipotesis memberikan jawaban berbeda hanya karena variabel Anda dalam Euro alih-alih dolar AS. Standardisasi menghindari hal tersebut.
Salah satu nilai terstandardisasi yang penting dalam uji hipotesis disebut z-score. Untuk menghitungnya, kita memerlukan tiga angka: statistik sampel (penduga titik), statistik yang dihipotesiskan, dan galat baku dari statistik tersebut (yang kita taksir dari sebaran bootstrap).
Statistik sampelnya adalah late_prop_samp.
late_shipments_boot_distn adalah sebaran bootstrap dari proporsi pengiriman terlambat. Statistik proporsi pengiriman terlambat terdapat pada kolom late_prop.
late_prop_samp dan late_shipments_boot_distn tersedia; dplyr sudah dimuat.
Latihan ini adalah bagian dari kursus
Pengujian Hipotesis di R
Petunjuk latihan
- Hipotesiskan bahwa proporsi pengiriman terlambat adalah 6%.
- Hitung galat baku, yaitu simpangan baku dari sebaran bootstrap.
- Hitung z-score.
Latihan interaktif praktis
Cobalah latihan ini dengan menyelesaikan kode contoh berikut.
# Hypothesize that the proportion is 6%
late_prop_hyp <- ___
# Calculate the standard error
std_error <- ___
# Find z-score of late_prop_samp
z_score <- ___
# See the results
z_score