Mengutak-atik violin plot
Kode yang disediakan membuat violin plot sederhana untuk perbandingan yang sama seperti yang telah kita lihat.
Mirip dengan geom_density(), ggplot memberikan bentuk yang tidak terisi (atau setidaknya berwarna putih). Agar tampilannya lebih enak dilihat, atur fill menjadi 'steelblue'. Tetapkan simpangan baku kernel ke nilai yang terasa masuk akal secara intuitif dan pastikan untuk menyebutkan lebar kernel ini di subtitle plot.
Selain itu, mari mencoba mereplikasi rain-cloud plot dari pelajaran density dan menambahkan titik-titik (tanpa jitter) kembali ke plot di atas violin untuk mencoba melihat di mana interpolasi terjadi. Lakukan ini dengan cukup menambahkan geometri geom_point() dan mengatur warna menjadi 'white', alpha menjadi 0.3 untuk menampilkan tumpang tindih, dan size menjadi 0.5 agar titik-titik senyap sebisa mungkin.
Latihan ini adalah bagian dari kursus
Praktik Terbaik Visualisasi di R
Petunjuk latihan
- Ganti
geom_beeswarm()dengangeom_violin(). - Atur lebar kernel (
bw) dari violin plot menjadi2.5. - Tambahkan titik-titik individual di bawahnya dengan
geom_point(). - Gaya titik-titik individual dengan
alpha = 0.3, size = 0.5.
Latihan interaktif praktis
Cobalah latihan ini dengan menyelesaikan kode contoh berikut.
md_speeding %>%
filter(vehicle_color == 'RED') %>%
ggplot(aes(x = gender, y = speed)) +
# Replace beeswarm geometry with a violin geometry with kernel width of 2.5
geom_beeswarm(cex = 0.5, alpha = 0.7) +
# add individual points on top of violins
___