Betweenness
Ukuran lain dari pentingnya sebuah simpul adalah betweenness. Ini adalah indeks seberapa sering simpul tersebut berada pada lintasan terpendek antara sepasang simpul mana pun di dalam jaringan. Hal ini dapat dipandang sebagai seberapa krusial simpul tersebut bagi aliran informasi melalui suatu jaringan. Individu dengan betweenness tinggi menjadi jembatan kunci antara bagian-bagian berbeda dari jaringan. Dalam jaringan penularan campak kita, simpul dengan betweenness tinggi adalah anak-anak yang berperan sentral dalam menularkan penyakit ke bagian lain jaringan. Pada latihan ini, Anda akan mengidentifikasi skor betweenness untuk setiap simpul dan kemudian membuat plot jaringan baru dengan menyesuaikan ukuran simpul berdasarkan skor betweenness-nya guna menyoroti simpul-simpul kunci ini.
Latihan ini merupakan bagian dari kursus
Analisis Jaringan di R
Instruksi latihan
- Hitung betweenness setiap simpul menggunakan fungsi
betweenness()pada objek grafg. Pastikan skor dihitung untuk jaringan berarah (directed). Hasil fungsi ini akan disimpan sebagaig.b. - Amati secara visual sebaran skor betweenness menggunakan fungsi
hist(). - Gunakan
plot()untuk membuat plot jaringan berdasarkan skor betweenness. Label simpul harus dibuatNAagar tidak ditampilkan. Atribut ukuran simpul harus satu ditambah akar kuadrat dari skor betweenness dalam objekg.b. Mengingat perbedaan yang sangat besar pada skor betweenness di jaringan ini, normalisasi skor dengan cara ini memastikan semua simpul dapat terlihat namun perbedaan tingkat kepentingannya tetap dapat diidentifikasi.
Latihan interaktif langsung praktik
Cobalah latihan ini dengan melengkapi kode contoh ini.
library(igraph)
# Calculate betweenness of each vertex
g.b <- ___(g, directed = ___)
# Show histogram of vertex betweenness
___(___, breaks = 80)
# Create plot with vertex size determined by betweenness score
___(g,
vertex.label = ___,
edge.color = 'black',
vertex.size = sqrt(___)+1,
edge.arrow.size = 0.05,
layout = layout_nicely(g))